Kamis, 17 Januari 2013

Esensi Baca Tulis Pada PAUD


Pendidikan anak usia dini bukan sekedar mengetahui tingkat kemampuan atau tingkat perkembangan anak pada setiap jenjang usia tertentu, seperti menangis jika merasa terganggu, berteman, bercerita dan lainnya, tetapi juga harus mengetahui proses perkembangan anak pada semua aspeknya untuk dapat dioptimalkan (UU NO. 20 TAHUN 2003). Usia dini (0 – 6) tahun adalah usia emas yang sangat berpengaruh pada kepribadian anak selanjutnya karena perkembangan IQ, EQ, dan SQ berkembang sampai 80%. Memperhatikan hal tersebut, pendidikan anak usia dini merupakan suatu keharusan bagi terbinanya anak yang seutuhnya berbahagia dan sejahtera lahir batin. 
Polemik mengenai boleh tidaknya mengharuskan anak-anak TK untuk bisa membaca dan menulis, bukanlah alasan untuk tidak mengajari anak didik mempersiapkan anak didik untuk bisa membaca dan menulis. Sampai saat ini, memang tidak ada aturan yang melarang anak-anak untuk dapat membaca dalam usia lebih dini. Kenyataan di sekolah dasar juga membuktikan bahwa guru di kelas satu juga mendapat tambahan beban ketika anak asuhnya belum bisa membaca apalagi menulis. Oleh karena itu program literasi atau baca-tulis menjadi penting diberikan sejak usia dini. Penelitian juga membuktikan bahwa anak-anak usia prasekolah sudah dapat menyusun pola kalimat sederhana dua tiga kata (Suroso, 1996:122-123).
Dari realitas ini, sebenarnya sah-sah saja mengajarkan pelajaran baca tulis pada anak-anak TK, asalkan anak sudah siap untuk menerima pelajaran tersebut atau biasa disebut sebagai sudah muncul masa pekanya. Adanya kesiapan atau kepekaan tersebut, biasanya muncul pada usia sekitar 4 - 6 tahun. Hal ini misalnya ditandai dengan adanya ketertarikan anak pada kegiatan-kegiatan pra membaca dan pra menulis diantaranya adalah senang bermain dengan huruf-huruf.
Yuliani (2009:186) menyebutkan bermain mengenalkan huruf-huruf abjad dapat dilakukan sejak kecil, anak belajar mengenali huruf-huruf dengan cara melihat dan menyentuhnya di samping mendengarkan setiap huruf yang diucapkan oleh orang tua atau guru. Seiring dengan pemahaman anak akan huruf dan penggunaannya, yaitu dengan bermain kartu bergambar berikut kosa katanya. Jika anak paham dengan penggunaan huruf pada kata, ajaklah is bermain tebak kata, misalnva menyebutkan benda yang bermula dengan huruf "B”. Permainan ini selain mengajak anak mengenal huruf, juga dapat menambah perbendaharaan kata-katanya.
Dengan mengacu pada karakteristik umum anak TK, dimana aktivitas bermain menjadi aktivitas dominan mereka, maka dalam memberikan pelajaran pengenalan huruf pada anak TK hendaknya dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan anak dan tidak memaksa anak. Pendekatan informal dimana pelajaran disampaikan dalam koridor bermain tampaknya menjadi sesuatu yang cocok untuk diterapkan pada pengajaran pengenalan huruf bagi anak-anak TK.
Penggunaan alat peraga yang menarik perhatian dan dekat dengan lingkungan anak akan meningkatkan minat dan gairah anak untuk belajar khususnya baca tulis. Alat peraga/alat bermain adalah kelengkapan penting dalam penyelenggaraan pendidikan di TK. Alat peraga/alat bermain adalah semua benda dan alat yang bergerak maupun yang tidak bergerak yang digunakan untuk menunjang kelancaran penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar, bermain dan bekerja di sekolah, agar dapat berlangsung dengan teratur, efektif dan efisien sehingga tujuan pendidikan di TK dapat tercapai (Depdiknas, 2003).
Penggunaan media kartu huruf dapat dijadikan salah satu media pembelajaran bagi anak TK untuk memperoleh kemampuan pengenalan huruf. Kartu huruf adalah gambar huruf yang dituangkan pada selembar karton berbentuk kartu yang cukup besar. Kartu-kartu tersebut memuat huruf yang ditulis dengan huruf besar dan huruf kecil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar